<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="878">
<titleInfo>
<title>PENGARUH WAKTU PENGADUKAN TERHADAP UKURAN NANOPARTIKEL MELOKSIKAM YANG DIBUAT DENGAN METODE SOLVENT-ANTISOLVENT (PENELITIAN DILAKUKAN DENGAN PENAMBAHAN STABILIZER Hpmc 44000 cps DAN KECEPATAN PENGADUKAN 1130 rpm)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>UMMI FAIZA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv, 59p.; ill.; tab.; 21cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kelarutan suatu obat dapat mempengaruhi laju disolusi dan bioavaibilitas suatu obat. Dalam kategori biopharmaceutical Classification System (BCS), obat terbagi menjadi empat kelas. Obat yang termasuk dalam kelas II termasuk dalam obat yang memiliki kelarutan yang rendah dan permeabilitas yang tinggi. Meloksikam merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja secara selektif dalam menghambat cyclooxygenase-2 (COX-2) dan termasuk dalam kategori BCS kelas II. Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan kelarutan meloksikam adalah modifikasi fisik dalam bentuk nanopartikel. Penelitian ini dilakukan pembuatan nanopartikel meloksikam dengan metode solven-antisolven menggunakan variasi waktu pengadukan 15 menit dan 45 menit dengan penambahan stabilizer HPMC 44000 cps dan kecepatan pengadukan 1130 rpm. Hasil yang didapatkan selanjutnya dilakukan pengujian ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Berdasarkan hasil pengujian, rata – rata ukuran partikel yang didapatkan dengan waktu pengadukan 15 menit sebesar 180,68 ± 11,15 nm dengan rata–rata Polydispersity Index (PdI) 0,715 ± 0,04 sedangkan untuk waktu pengadukan 45 menit didapatkan hasil sebesar 151,48 ± 12,83 nm dengan rata–rata PdI 0,833 ± 0,09. Dari hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu pengadukan 15 menit dan 45 berpengaruh terhadap ukuran nanopartikel meloksikam yang dibuat dengan metode solven – antisolven dengan menggunakan HPMC 44000 cps sebagai stabilizier dengan kecepatan pengadukan 1130 rpm.

Kata kunci: Meloksikam, solven-antisolven, nanopartikel, waktu pengadukan,   HPMC 44000 cps.</note>
<classification>6B.S-Far</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Fai p 23-19</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM23-6B.S/Far-2019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Fai p 23-19</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>23-19.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>878</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-27 09:43:47</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-10 11:33:59</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>